INOVASI DIFUSI PENDIDIKAN - Model Program Sekolah Lima Hari

Jumat, 18 Mei 2012

Analisis Artikel
Model Program Sekolah Lima Hari

Model Program Sekolah Lima hari (PS5H) yaitu program belajar yang dimulai dari hari senin hingga jumat. PS5H Merupakan inovasi pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan melalui efektivitas dan efisiensi penggunaan waktu di sekolah. Secara umum masalah yang akan diteiliti adalah Bagaimana model program sekolah 5 hari yang sesuai untuk sekolah BPK PENABUR Jakarta berdasarkan prinsip- prinsip Inovasi. Dalam perkuliahan “Difusi Inovasi Pendidikan” yang saya ikuti diperoleh  bahwa Inovasi diidentifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi inovasi. Analisis ini dilakukan berdasarkan dari perubahan, inovasi, karakteristik inovasi, saluran yang digunakan, agen perubahan sampai dengan sasaran inovasi, termasuk juga diuraikan berdasarkan model keputusan inovasi. Model program lima hari BPK Penabur fokus pada pembangunan dan pengembangan sekolah yang dapat memenuhi kebutuhan setiap orang seperti ini sering kali disebut sebagai sebuah perubahan menuju sekolah inklusif.

Perubahan
Perubahan dari program sekolah enam hari dalam seminggu menjadi Model Program Sekolah Lima hari (PS5H) tergolong dalam perubahan di bidang Pendidikan. Sehingga peran serta para Guru BPK Penabur dituntut secara maksimal. Bukan hanya rajin mengajar, melainkan membangun kapasitas diri, minimal pada bidang studi yang diajarkan pada siswa Perubahan tersebut akan terfokus terhadap penggunaan waktu dalam belajar mengajar.
Untuk memahami Perubahan pendidikan BPK Penabur dalam mengaplikasikan program sekolah lima hari maka terjadi perubahan dalam hal
1)    beban belajar di sekolah akan bertambah bagi siswa dan akan menimbulkan penafsiran sosial yang berbeda-beda dalm hal ini perlu adanya komunikasi sosial agar memperoleh kesepakatan yang efektif,
2)    kegiatan belajar di luar jam sekolah semakin berkurang untuk siswa sehingga lebih terfokus dalam peningkatan belajar,
3)    kegiatan ekstrakurikuler perlu penataan ulang jadwal,
4)    jam belajar siswa di sekolah dapat ditambahkan atau tetap sesuai dengan target menuju penguasaan pelajaran,
5)    pemanfaatan hari Sabtu menjadi bahan diskusi para guru dan staff,
6)    fasilitas penunjang kegiatan belajar ekstra perlu disiapkan,
7)    fasilitas belajar mengajar dan laboratorium harus digunakan jadwal yang seefisien mungkin dan terkoordinir ,
8)    kurikulum dan metode pengajaran yang diaplikasikan merupakan strategi untuk mencapai hasil yang maksimal,
9)    manajemen (Penataan manajemen sekolah perlu dilakukan selaras dengan penerapan PS5H, khususnya yang berkaitan dengan pengaturan jadwal kegiatansekolah).
Berdasarkan ketiga model terpilih (model 10, 11, dan 13) memiliki keunggulan dan kelemahan yang bersifat umum dan khusus serta dampak perubahan sosial yang ditimbulkan. Sejumlah keunggulan dan kelemahan PS5H yang diidentifikasi terdapat dua tujuan utama dari persekolahan untuk mendidik siswa dalam berbagai macam keterempailan dan pengetahuan akademis atau kognitif, dan untuk mendidikan siswa dalam pengembangan keterampilan dan pengetahuan individual dan sosial yang diperlukan untuk melekasanakan fungsi sosialnya bagi siswa. Identifikasi tidak hanya di fokuskan pada perubahan yang berorientasi progress (arah kemajuan) semata, tetapi ke arah regress (kemunduran) pun menarik untuk dijadikan contoh. Proses perubahan sosial terdiri dari tiga tahap berurutan :
1.    invensi yaitu proses di mana ide-ide baru diciptakan dan dikembangkan oleh BPK Penabur.
2.    difusi, ialah proses di mans ide-ide baru itu dikomunikasikan ke dalam Sistem sosial yaitu siswa, guru dan orang tua siswa BPK Penabur. Proses perubahan harus didiskusikan secara mendalam dan
3.    konsekwensi yakni perubahan-perubahan yang terjadi dalam sistem sosial sebagai akibat pengadopsian atau penolakan inovasi. Perubahan terjadi jika penggunaan atau penolakan ide baru itu mempunysi akibat. Karena itu perubahan sosial adalah akibat komunikasi sosial.

Inovasi dan Karakteristik Inovasi
Program Sekolah Lima hari (PS5H) yang dilakukan merupakan sebuah inovasi. Hal ini dilakukan yang bertujuan untuk perubahan dan perbaikan dalam organisasi dan sistem, yaitu sekolah seperti yang telah diteliti oleh BPK Penabur. Definisi inovasi adalah sebagai suatu perubahan yang direncanakan, yang bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan praktek, memunculkan hubungan tertentu yang problematik. Pertanyaan pertama yang harus diajukan adalah, perbaikan untuk siapa? Hal ini merupakan hal yang penting dalam semua pekerjaan pengembangan dan perbaikan. Penawaran model program yang mungkin akan diaplikasi akan ditujukan kepada peningkatan mutu pendidikan.
Salah satu upaya untuk meningkatkan kepuasan stake holder adalah memikirkan pelaksanaan program sekolah 5 hari (PS5H). Wacana ini berkembang dari keinginan untuk mewujudkan tercapainya keseimbangan emosi, intelektual, dan kerohanian siswa. Melalui PS5H, hari Sabtu libur, siswa diharapkan mempunyai satu hari luang untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bersifat mandiri. Mereka bisa berinteraksi lebih banyak dengan keluarga, teman-teman di luar sekolah, bersekutu di gereja, atau mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan. Waktu belajar yang tinggal lima hari juga akan membantu siswa, guru, dan manajemen sekolah meningkatkan efektivitas kegiatan belajar dan mengajar. Untuk mewujudkan pemikiran ini, BPK PENABUR menganggap perlu memperoleh informasi dari hasil penelitian tentang kelayakan PS5H dilingkungan BPK PENABUR Jakarta.
Program Sekolah 5 Hari (PS5H) mempunyai karakteristik antara lain memiliki keunggulan relatif (relative advantage) seperti waktu yang dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran selama seminggu menjadi singkat, memiliki kompatibilitas (compatibility) seperti adanya pengalihan waktu pembelajaran sesuai dengan kurikulum dan metode pengajaran yang diaplikasikan yang merupakan suatu strategi untuk mencapai hasil yang maksimal, memiliki tingkatan kerumitan (complexity) yang tidak terlalu sulit sehingga dalam mengaplikasikan Program Sekolah 5 Hari (PS5H) menjadi lebih cepat diterima, memiliki kemampuan diuji cobakan (trialability) seperti diuji coba atau diteliti di  BPK PENABUR ini dengan tujuan Meningkatkan mutu pendidikan melalui efektivitas dan efisiensi penggunaan waktu di sekolah, serta kemampuan diamati (observability) sesuai dengan artikel ini.

Saluran yang digunakan
Menurut saya, BPK Penabur  menggunakan saluran antar pribadi (interpersonal) pada tahap persuasi, karena pihak sekolah yang akan menentukan sebuah inovasi yang harus di patuhi oleh seluruh warga BPK Penabur. Pendapat saya cara ini cukup efektif karena menggunakan komunikasi langsung dan surat pemberitahuan yang sifatnya terbuka, karena Informasi tentang ide baru hanya dapat dicari oleh individu aktif setelah mereka menyadari bahwa ada ide baru, dan  ketika mereka tahu saluran atau sumber yang dapat memberikan informasi tentang inovasi. Kuesioner penelitian dan wawancara juga berperan sebagai saluran inovasi yang di gunakan BPK Penabur dalam hal Program Sekolah Lima Hari tersebut.

Agen dan sasaran komunikasi
Dalam Artikel ini, Menurut saya agen inovasinya  adalah Pihak sekolah antara kepala sekolah, guru bagian kurikulum, dan staff pengajar. Agen inovasi yaitu sebagai penetapan inovasi sesuai keputusan yang telah di sepakati dengan penelitian dan musyawarah. Sasaran inovasinya yaitu siswa yang dikaitkan dengan tujuan inovasi.
Tahapan Keputusan Inovasi
knowledge (pengetahuan)
Proses keputusan inovasi dimulai dari tahap pengetahuan. Pada tahapan ini suatu individu belajar tentang keberadaan suatu inovasi dan mencari informasi tentang inovasi tersebut. Apa ?, bagaimana ?, dan mengapa ? merupakan pertanyaan yang sangat penting pada knowledge stage ini. Setelah Pemerintah melaksanakan lima hari kerja dalam seminggu dikota-kota tertentu di Indonesia, sejumlah sekolah sudah melaksanakan program tersebut secara bervariasi sesuai dengan kondisi dan tujuan sekolah. BPK PENABUR memprakarsai penelitian yang mencoba memberikan tiga alternatif model program sekolah lima hari dengan masing-masing keunggulan dan kelemahannya. tipe dari pengetahuan ini dapat memotivasi perorangan untuk mempelajari lebih tentang inovasi dan, pada akhirnya, untuk mengadopsi inovasi tersebut. Kesadaran akan pengetahuan ini juga bisa memungkinkan seseorang untuk mempelajari dua tipe yang lain dari pengetahuan itu.

Persuasion (Persuasi)
Tahap persuasi terjadi ketika individu memiliki sikap positif atau negatif terhadap inovasi. Tetapi sikap ini tidak secara langsung akan menyebabkan apakah individu tersebut akan menerima atau menolak suatu inovasi. Langkah pendekatan terjadi ketika seseorang memiliki sikap negatif atau sikap positif terhadap inovasi, Kemudian BPK Penabur melakukan penelitian Sejauh mana siswa, orang tua dan guru membutuhkan/menginginkan program sekolah 5 hari ? Alasan yang dikemukakan untuk hal ini adalah: (1) supaya Sabtu dapat belajar di rumah, (2) supaya Sabtu dapat beristirahat, (3) supaya Sabtu dapat berekreasi, (4) hari Sabtu banyak tawuran pelajar, (5) hari Sabtu untuk mengevaluasi pelajaran, (6) supaya punya lebih banyak waktu bersama keluarga, (7) supaya bisa melakukan kegiatan lain, (8) tercapainya keseimbangan intelektual, emosi, dan rohani, (9) hari Sabtu untuk les tambahan, (10) supaya hari Sabtu orang tua bisa bangun lebih siang.
Sebagian responden yang tidak setuju sekolah dari Senin sampai Jumat berpendapat: (1) siswa terlalu diforsir belajar, (2) kalau libur tidak belajar, (3) mata pelajaran sudah cukup padat, (4) orang tua sibuk pada hari Sabtu sehingga siswa tidak terkontrol, (5) belajar siang hari tidak efektif, (6) tidak menghendaki siswa pulang terlalu sore/siang.


Decision ( pengambilan keputusan)
pada tahapan ini individu membuat keputusan apakah menerima atau menolak suatu inovasi. Menurut Rogers adoption (menerima) berarti bahwa inovasi tersebut akan digunakan secara penuh, sedangkan menolak berarti “ not to adopt an innovation”. Penelitian BPK Penabur terhadap Model Program sekolah Lima Hari menghasilkan kesimpulan positif sehingga dapat menyimpulkan sebagian besar siswa, orang tua, dan guru setuju dilaksanakannya program sekolah lima hari, sehingga memerlukan persiapan akademik, administrasi, dan teknis dengan baik. Maka menurut saya hasil penelitian tersebut tergolong kedalam tahap keputusan inovasi.


Implementation (implementasi)
Pada tahap implementasi, sebuah inovasi dicoba untuk dipraktekkan, akan tetapi sebuah inovasi membawa sesuatu yang baru apabila tingkat ketidakpastiannya akan terlibat dalam difusi. Pelaksanaan Program Sekolah 5 Hari dimulai dengan Model 11 maka diasumsikan bahwa sekolah telah memenuhi berbagai sarana yang dibutuhkan pada pelaksanaan Model 11 tersebut. Apabila sekolah langsung melaksanakan Program Sekolah 5 Hari dengan Model 13 ini maka persiapan seperti pada Model 11 tetap harus dilakukan.





Confirmation (konfirmasi)
Tahap ini terjadi ketika keputusan inovasi sudah dibuat, maka si penguna akan mencari dukungan atas keputusannya ini. Terdapat 3 model yang layak untuk dipakai di lingkungan sekolah BPKPenabur Jakarta yaitu Model 10, 11, 13. Masing-masing model memiliki ciri tersendiri yang dapat dipilih dan dikembangkan oleh masing-masing sekolah, model yang ideal adalah Model 10 dan 13. Apabila program sekolah 5 hari akan dilaksanakan segera Model 11 yang paling sesuai. Dengan demikian, sikap menjadi lebih penting di tahap konfirmasi.



































Difusi Inovasi Pendidikan
Analisis Artikel













Hari Sulistiyo                    1215066109




TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

International Visitor Statistic

free counters